Minggu, 25 September 2016

Perpisahan

Bukankah perpisahan tak pernah indah, sesempurna apapun direncanakan? Karena perpisahan adalah perpisahan. Selalu ada kesedihan yang merayap, segempita apapun helatan mengudara. Tapi setidaknya, perpisahan denganmu, aku ingin menjalaninya dengan syahdu. Tanpa perlu terisak tertahan. Atau tercekat pedih menahan anak lambung yang hendak melompat keluar. Sesekali, tak apa dihiasi dengan air mata. Asal kau ada di hadapanku, menghibur. Setidaknya, perpisahan denganmu, aku berharap akan sedikit lebih indah. Sedikit diwarnai pelangi, kalau aku boleh meminta....

Sabtu, 24 September 2016

Padahal Kusangka

Bulir-bulir itu masih ingin menyeruak. Tak terkedali kala aku mendapati bayangmu di ujung hari. Ia memaksa di ujung pelupuk, tak ingin berkompromi. Sendu. Rindu. Pada diriku, aku bertanya. Salah siapakah ini? Nurani. Naluri. Nalar. Jarak yang membelenggu. Ataukah sejak awal kita telah memanggul sebuah dosa kala bersama. Sendu yang sama. Warna kelabu yang sama. Apakah aku tak pantas menjadi tokoh utama dalam sebuah drama berakhir bahagia? Padahal, kusangka, kamu adalah penawar terakhir atas luka menganga yang ditorehnya. Padahal,...