Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2014

Otak-otak

Edisi memanfaatkan ikan segar yang nemu di Pasar Kliwon, saya dan adik iseng-iseng buat otak-otak bandeng.

Harusnya sih dibungkus pakai kulit kembang tahu trus dikukus dan digoreng. Karena nggak nemu kulit kembang tahu dan demi pengiritan minyak, eh, mengurangi kolesterol, akhirnya kami memanggang alih-alih mengukus dan kemudian menggoreng.

Ternyata kalau dibakar aromanya lebih sedap looh. Sayangnya teksturnya jadi nggak selembut yang dikukus. Kalau saya dan adik sih lebih suka yang dikukus :3

Homemade Meatball Part 2

Bisa membuat baso sendiri adalah mimpi saya sejak lama. Lha wong pencinta bakso, masak ga bisa bikin bakso sendiri.

Nah, berhubung momen yang tepat tiba-tiba datang, akhirnya impian untuk membuat bakso sapi dari daging segar bisa direalisasikan. Horeee :D love you idul adha.

Dengan bahan daging segar yang baru saja disembelih, ternyata bakso yang dihasilkan jadi lebih "waaaah". Saya sampe bercucuran air mata waktu proses pemasukan bola-bola baso ke dalam air mendidih dan kemudian mencicipi hasilnya :"). *maklum belum profesional, harap dimaafkan*

Minggu, 03 Agustus 2014

Homemade Meatball

Setelah kemarin berbahagia sepanjang hari soalnya ketemu temen-temen dan silaturrahim ke rumah guru-guru SMA, hari ini kegundahan tiada tara melanda saya.

Penyebabnya cuma gara-gara ada tegangan listrik yang tak seimbang antara saya dan dia. Sepele saja. Tak perlu dicemaskan karena durasi konslet itu tak selama biasanya. *siapa juga yang mau nyemasin*
Eniwei, setelah kemarin merengek-rengek pada ibu agar dikasih sisa daging sapi untuk bahan percobaan.membuat bakso, hari ini ibu mengultimatum saya agar segera mengolah daging sapi itu. Jika tidak, ibu akan memasaknya menjadi entah apa. Ini jelas-jelas membuat saya yang hobi mager--semenjak berhenti magang di Detik--jadi terpojok.

Tak disangka-sangka, perpaduan antara kegundahan dan keadaan terdesak dapat menghasilkan energi yang menakjubkan. Dengan energi itu, saya yang pecicilan, ceroboh, dan sering gudubrakan ini berhasil membuat bakso.

Yeah, bakso! Makanan favorit sayaaaa..... ^^

Ternyata membuat bakso nggak terlalu susah lho. Tinggal giling daging sampai halus. Campur bumbu. Ratakan. Dinginkan di freezer. Dibentuk. Masukin air panas. Rebus. Masukin air es.

Sayangnya karena baru pertama kali mencoba, bakso cetakan tangan saya belum serapiBakso Ceger belakang kampus STAN yang dulu jadi favorit anak-anak, apalagi bakso mas Adam di PJMI yang dalemnya ada potongan dagingnya -__- Yeah, bakso perdana saya bentuknya nggak bulat sempurna. Beberapa bakso juga mlethek dan permukaannya nggak halus. Biar nggak malu-maluin, saya ambil yang paling rapi buat difoto :p


Soal rasa? Kata adik-adik, enak. *Sayangnya mereka hanya kenal enak dan enak banget*
Yang jelas, karena homemade, bisa dijamin kebersihan dan bahan-bahannya: bebas penyedap buatan, MSG, boraks, pengenyal, pemutih, dsb. Jadi lebih syehat, terutama buat ibu hamil dan anak-anak :3

Baiklah, selain bercita-cita jadi penjual pempek kito galo, saya juga mungkin berencana mengembangkan sayap di bidang perbaksoan. Semoga suatu saat bisa bikin yang kayak punya Mas Adam :D

Minggu, 20 Juli 2014

Pempek Kito Galo

Seperti judulnya, sekarang saya lagi bener-bener galau. Galau apa? Enggak tau, yang penting galau ajah. Biar kaya anak muda masa kini yang bawaannya galau terus.

Oke, oke. Jujur, sebenarnya saya galau karena kepastian pelaksanaan TKD tak kunjung tiba. Sudah hampir satu tahun saya diombang-ambingkan dan di-PHP. Katanya TKD dalam waktu dekat lah, TKD sudah sangat dekat lah. *Oke mari positif thingking aja*

Hal kedua yang membuat saya tidak kalah galau, yang juga merupakan penyebab dari kegalauan pertama, adalah karena mood untuk belajar TKD tak kunjung muncul. Padahal ya, temen-temen udah pada belajar dari awal tahun 2014 lalu sejak ada pengumuman kalau TKD akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (((((dilaksanakan dalam waktu dekat))))) Mereka kerap mendapat skor di atas 400 saat try out. Lah saya? 350 aja udah alhamdulillah.

Itu tadi dua penyebab mengapa akhir-akhir ini saya dirundung gundah gulana. Untuk masalah percintaan walaupun enggak sukses-sukses amat, bisa lah ya dikesampingkan *padahal kalau lagi berantem bawaannya nangis kejer-kejer terus*. Masalah lain seperti kantong yang cekak setelah dua bulan berhenti magang di Detik.com juga bisa dikesampingkan walaupun kadang bikin saya dirundung nestapa.

Ah iya, mengisi waktu luang ini, sementara saya masih malas belajar, iseng-iseng saya melakukan hal-hal kreatif di rumah. Mulai sari membuat gambar sketsa, nulis, masak, hingga menggergaji kayu untuk dibuat kandang kelinci.

Nah, salah satu resep yang saya jajal adalah resep pempek. Sebelumnya, saya dan ibu pernah mencoba membuatnya dan berakhir gagal total. Waktu itu, pempek buatan kami berakhir seperti cilok super lebar tanpa bentuk yang sangat sangat alot.

Sekarang, entah sumber resep yang emang TOP begete atau saya yang sudah sedikit feminin, pempek kali ini berakhir di puncak gemilang cahaya alias sukses abis. Langsung melejit ke level kampal selam tanpa melalui level lenjer. Ini dia penampakannya. Imut kan?


Soal rasa jangan ditanya. Karena pakai sari putri duyung, pempek ini rasanya, em...semacam itu deh. Hehe. Sepertinya masih harus coba lagi pakai ikan tengiri atau gabus. Kata Enci Sonya, kalau pakai ikan gabus rasanya enak dan pempeknya lebih putih.

Pokoknya udah siap lah ya kalau misalnya besok ditempatin di Palembang atau nikah sama orang Palembang :D *ups.

Jumat, 18 Juli 2014

Nugget Petaka

Selain gold, glory, dan gospel, food adalah salah satu hal lain yang bisa membawa kebahagiaan atau petaka. Akan ada kebahagiaan tatkala seseorang bersedia berbagi makanan pada mereka yang kekurangan. Ada petaka ketika segelintir orang menjadi terlalu berkuasa tanpa memikirkan orang-orang lain di bawah yang kelaparan dan didera kemiskinan.

Eniwei, ini homemade nugget pertama saya. Nggak terlalu mengecewakan bukan penampilannya? Rasanya? Beuuuh, jangan ditanya. Creamy inside, crispy outside. Adik-adik saya sampai selalu berebut mana potongan yang paling besar. Mereka bahkan menyembunyikan nugget saya untuk menggoda.

Lucunya lagi, kemarin si bungsu memutuskan untuk tidak puasa dan menggoreng nugget gara-gara kami baru bangun ketika imsya telah berkumandang. (Aku nggak yakin, ia membatalkan puasa karena kurang sahur atau karena teperdaya nugget. Soalnya kan, dia udah masuk SMP -.-)

Soal mengunggah foto makanan di instagram, sudah sejak lama saya ingin melakukannyan. Namun, selalu saja urung saya lakukan.  Meski bukan tujuan sebenarnya, entah mengapa, mengunggah foto makanan di instagram terlihat seperti sedang pamer di mata saya. Alhasil, kebanyakan fto makanan karya saya cuma mejeng di gallery pribadi, tumblr, atau blog.

salom!

Senin, 05 Agustus 2013

Cooking: Lebaran Cookies

Yup lebaran sebentar lagi. Dan aneka kue kering mais mulai beredaran. Mulai dari nastar, kastengel, bitterbolen, lidah kucing, dsb.

Di rumah, kami biasanya membuat kue kering, kue tanduk rusa, coklat mandi kacang, kastengel, chocochip cookies, dan kacang bawang. Soalnya beberapa kue tersebut--tanduk rusa, kacang mandi coklat, dan chocochip cookies-- jarang ada di rumah-rumah orang. Kalau chocochip cookies sih sebenarnya bisa beli di supermarket. Rasa dan bentuknya mirip Goodtime itu loh.

Sayang lebaran tahun ini tidak ada chocochip cookies dan kastengel. Kami tidak membuat chocochip cookies karena palm sulker (gula palem) di TBK dekat rumah sedang out of stock, begitu juga dengan di Intisari (Toko tempat kulakannya TBK dekat rumah). Ya sudah lah. Meski sudah beli baking powder, chochochip, mentega, dan tepusng, akhirnya saya tidak jadi membuatnya. Pupus sudah keinginan untuk membuat chocochip cookies. Padahal membuatnya paling menyenangkan karena tidak perlu menguleni adonan yang super berat seperti kue tanduk rusa. 


1. Kue tanduk rusa (modified)

Kue tanduk rusa ini adalah perpaduan kue basah dan kue kering, perpaduan antara cookies dan bread. Teksturnya mirip kue ratu semut atau kue basah lain. Bahannya pun sperti kue basah
-tepung
-margarin
-telur
-maizena
-susu
-dan yeast atau ragi untuk mengembangkan roti.
-selai nanas homemade
Tanpa gula.

Sedang untuk yang berwarna kuning di tengah adalah selai nanas. Pokoknya mirip sama kue basah yang biasa dijual di toko dengan aneka isian seperti strawberry, nanas, kelapa, coklay, dll.

Perbedannya adalah kue ini dibentuk kecil-kecil seperti kue kering dan di oven. Rasanya? Hmmmm... salah satu kue Favorit saya ^^. Rasa manisnya tidak terlalu pekat dan segar karena ada selali nanas *lebay

Kue ini sebenarnya telah mengalami metamorfosis dari bentuk aslinya, haha. Kenapa? Karena sangat susah untuk membentuk kepala rusa dan mepertahankan bentuknya. Karena menggunakan yeast/ragi, ketika didiamkan beberapa saat ketika menunggu adonan yang lain dibentuk pun adonan terus saja mengembang. Jadiah terkadang si kepala rusa rusak bentuknya. Padahal sudah disediakan waktu khusus untuk menunggu yeast bereaksi dan adonan mengembang.

Kalau misalnya dibentuk setelah pengembangan sempurna? Nggak bagus juga karena butiran udara pada adonan hasil fermentasi bisa rusak oleh tekanan tangan. Kalau sudah rusak, kue bisa bantet dan kurang krispi.

Nah, karena keribetan itulah maka diputuskan untuk mengubah bentuk kue ini menjadi bulat. Itupun juga harus berhati-hati. Soalnya, kue yang dibuat dengan yeast cenderung mengembang dan jika tidak bagus dalam menyatukan patahan adonan setelah memasukkan selai, adonan bisa merekah lagi dan mbleber-mbleber. Ra apik pokoknya.

2. Coklat mandi kacang.


Ini adalah camilan paaaling paaaling yang membuatnya mudah. Bahkan anak SD pun bisa. Bahannya:
-compound chocolate. 
Tim sampai leleh. Jangan sampai tercampur dengan uap air.
-kacang (bisa kacang tanah atau mete)
sangrai sampai matang tapi jangan sampai gosong karena akan keras. Ingat, tanpa minyak ya.
-taburan warna-warni untuk hiasan (entah apa namanya)

Nah, dari ketiga bahan itu, pasti sudah bisa dong menerka bagaimana caranya? :D Rasanya tentu saja enak, mirip silverqueen dengan coklat yang dikurangi dan kacang yang diperbanyak. Dan biasanya, camilan ini jadi camilan yang paling disukai oleh anak-anak kecil. Kenapa? Soalnya di rumah-rumah lain tidak ada, hehe.

Naaah, ini diaaa ^^
(kue 2 tahun yg lalu :p)

Cooking: Sambel Penyetan ala Anak Kos

Lagi-lagi tentang harmoni (swalayan dekat kos dan kampus). Jadi kalau beli cabe merah keriting, cabe rawit, dan tomat di Harmoni pasti isinya banyak. Untuk cabai merah keriting biasanya dijual bungkusan dengan harga 3000 per bungkus, cabe rawit sekitar 1700an, dan isinya termasuk banyak dan bisa digunakan beberapa kali. Nah, karena kalau beli nggak mungkin sekali masak, akhirnya saya pakai cabe-cabe dan tomat-tomat itu untuk membuat sambal sampai beberapa kali.

Untuk lauknya, karena saya termasuk anak kos yang mau praktis saja, ya pakai tempe atau teri goreng. Bisa juga dengan telur dadar atau tahu goreng. Apapun, yang penting praktis dan cepat, hehe.

Ini dia penyetan murah ala anak kos T_T

1. Tempe penyet



2. Teri Penyet

Cooking: Tahu All The Day

Semua masakan pada postingan ini pasti mengandung tahu sebagai bahan utamanya. Kenapa? Karena kalau beli tahu di Harmoni (Swalayan dekat Kampus), satu bungkus pasti isinya buaaanyak dan tidak mungkin habis sekali makan. Yah, jadilah tahu-tahu itu harus diolah beberapa kali biar nggak mubazir.

Ini dia masakan anak kos yang terbuat dari tahu dan dengan bahan seadanya biar ngirit.

1. Dadar Tahu



2. Tumis kacang panjang tahu


2. Semur Tahu


4. Tumis kangkung tahu (lagi)

Kalau tahumu masih sisa? Bisa dibuat perkedel atau tahu bacem. Masih sisa juga? Bagi-bagi dengan tetangga kos :D

Cooking: japanesse omurice

Omurice alias Lemper Jepang

Omurice ini hampir sama dengan nasi goreng indonesia. Hanya saja di Jepang, mereka menggunakan daging ayam, jamur, kacang polong, wortel, wine, dan dashi sebagai campuran. Cara membuatnya pun sama. Bahan-bahan campurannya, sesuka hati saja^^.

Yang paling membedakan omurice dari nasi goreng hanyalah tampilannya yang lebih cantik karena dibungkus dengan telur :D

Di rumah, karena kami tidak boleh menggunakan penyedap sama sekali, Dashi diganti dengan rese yang telah disangrai dan dijadikan bubuk. Yah, hampir mirip lah dengan kaldu bubuk. Apa itu rese? Rese adalah sebutan untuk orang yang menyebalkan. Ehem, sebenarnya bukan itu juga sih. Rese adalah semacam udang dengan ukuran kecil-kecil, seukuran dengan rebon tapi bukan rebon. Rese biasa dijadikan sebagai penyedap yang alami. Saya sendiri juga tidak tahu kenapa ukuran Rese ini sangat kecil, apakah memang spesiesnya, ataukah dipanen sejak dini.

Untuk kacang polong, karena di desa sangat sulit ditemukan (hanya ada versi kacang kapri yang masih bayi dan belum layak untuk disebut kacang polong) kacang polong bisa diganti dengan jagung dan lain sebagainya. Yang penting omuricenya tidak terlihat terlalu pucat.

Waktu buat ini para adik senang bukan main, katanya Omurice kayak yang dibikin Park Ha di Serial Rooftop Prince. Tapi kalo menerutku sih, ini mungkin semacam jenis lain dari lemper versi jepang.

Nasi Goreng dan telur dadar ala indonesia
PS: Maaf untuk kualitas foto yang jelek, HP saya belum automatic focus T_T

Cooking: Korean Egg Roll


Korean Egg Roll. 

Iseng-iseng buat beginian waktu ibu request telur dadar untuk lauk. Bahan-bahannya sama seperti kalau mau membuat telur dadar, cuma teknik menggorengnya yang berbeda. Soalnya setiap adonan sudah hampir matang, harus digulung, ditambahi adonan lagi, digulung lagi, ditambahi adonan lagi. Egg Roll ini juga bisa dibuat menjadi bentuk hati dengan cara memotongnya, membalik bagian yang satunya, dan menyatukannya lagi. Bingung? Ya pokoknya gitu lah, hehe.

Oh iya. Meski nggak pernah upload foto makanan di blog, tumblr, twitter, apalagi facebook, bukan berarti aku nggak pernah masak. Sudah sejak kecil malah :D

Meski kelihatan pecicilan, methakil, dan nggak bisa apa-apa, menjahit dengan mesin jahit manual juga sudah kukuasai sejak.SD. Kan mudah, nggak susah? Iya juga.. Tapi bagi seorang anak SD, mengayuh pedal mesin jahit itu tidak mudah lho... Kadang rodanya malah berputar ke arah yang berlawanan :p (adik sering soalnya)

Menjahit dengan tangan? Malah lebih mudah. Soalnya kan koordinasi dengan tubuh. Tusuk jelujur (yang paling biasa), feston (biasanya dipakai untuk membuat kreasi dari flanel), rantai (untuk membuat motif), silang, sum (untuk menekuk pakaian yang terlalu panjang karena tusuk jenis ini hampir tidak terlihat dari luar), dan macam-macam tusuk lainnya. Kebanyakan sudah lupa soalnya jarang dipakai -_-

Ah, jadi ingat baju-baju boneka barbie muslim yang dibuat sendiri dari potongan kain sisa baju buatan ibu. Betewe, pada kemana ya mereka? Si Barbie juga -_-

#Cooking: Spaghetti Rendang



Spaghetti (pie iki le nulis ra ngerti) rasa rendang. Dibuat bareng renjer putih alias alias Nadsky alias Nadskeh alias Nadia buat ikitan salah satu giveaway dengan tema masakan kreasi rendang.

Niatnya sih mau menggabungkan cita rasa dalam negri yaitu rendang dan luar negeri yaitu spagheti. Saus yang biasanya dibuat dari perpaduan saus tomat dan saus sambal, diganti dengan pasta rendang. Rasanya? Ya spagheti rasa rendang :D
Sayang, nggak jadi upload soanya foto-foto waktu masak kurang lengkap padahal itu salah satu syaratnya. Mau foto lagi, eh udah keburu sibuk terus pulang kanpung buat PKL. Rip spagheti Rendang