Tampilkan postingan dengan label tanah rantau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanah rantau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Terbentur dan Pet!

Sekarang tiba-tiba saya kalut. Entah apakah ini karena faktor internal  yakni siklus hormon dalam tubuh, ataukah faktor eksternal yang jumlahnya berjibun. Rasanya seperti...Pet! Tiba-tiba seluruh ide dalam kepala saya hilang seolah dimatikan dengan paksa. Jangan tanya sebabnya, saya pun masih dalam masa menduga-duga, apakah faktor internal atau eksternal.

*Sepertinya blog ini memanghanya berisi kekalutan semata. Baiklah, setidaknya masih dalam batasan berfaedah.*

Saya akui, akhir-akhir ini saya jarang membaca buku. Ada kesenangan baru soalnya,

Jumat, 08 Juni 2012

Kabut


Perahkah kau merasakan?
Hidup, menyerap kehidupan
Berada, bercengkrama
Mencari diri, mencari kawan
Di sebuah tempat indah dengan aroma religi mengudara disetiap penjuru,
yang sebentar lagi punah
Di sebuah wadah dengan hingar bingar pesta budaya,
yang sebentar lagi tak eksis
Hanya karena atmosfer politik
Hanya karena pernyataan sepihak anggota legislasi
Pernahkah?

Aku iya. Namun khawatir sebatas khawatir. Sebesar apapun rasa khawatir ini, tak akan sanggup membekukan suhu politik, atau melelehkan kicuan media yang kerap mencerca. 

Selasa, 05 Juni 2012

Sahur

malam itu aku pulang agak larut alam ketika tiba-tiba terkejut saat masuk ke ruang keluarga dan melihat dua tubuh bergelimpangan.

Aku : kenapa kalian tidur di sini?
Ayik: biar bisa bangun besok buat sahur, Tiya :)
Aku : ooohh. bangunin aku juga ya :)

dan keesokan harinya Ayik membangunkanku.
Aku : *kucek-kucek mata* *tidur lagi*

beberapa menit kemudian...
aku : *berjalan ke ruang keluarga dan terkejut melihat tidak ada seorangpun yang sedang makan, atau paling enggak masak buat sahur* lhoh, ngga jadi saur?
ayik : air di galon habis... aku nggak jadi puasa aja deh
aku : *shock* *pingsan* *kayang*
aku:  ayo kita cari air buat masak, pasti ada :D



dan sahur itu terlalui dengan khidmat setelah aku mengais-ngais air.

Selasa, 29 Mei 2012

Dua di Satu yang Sama


Pernahkan kalian merasakan kesedihan yang datang berturut-turut? Satu, dua, tiga, empat, lima, enam. Pernahkah kau merasa semua orang tiba-tiba meninggalkanmu? Dia, dia, dia, dia, dan dia. Semakin dihitung semakin banyak, semakin disadari, semakin menyedihkan rasanya.

Tapi buat apa menangisi kehilangan jika energi dari kesedihan itu tak mampu mendatangkan kembali yang hilang. Lebih baik kita ubah energi kesedihan itu digunakan untuk

Senin, 07 Mei 2012

Harakiri



Hari ini warga ceger khususnya perumahan RS IV dikejutkan dengan penemuan mayat seorang mahasiswi. Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul lima sore di sebuah kamar di salah satu kos putri perumahan tersebut. Kondisi mayat yang mengenaskan membuat mahasiswi lain yang tinggal di kos itu berteriak-teriak hiteris selama lebih dari lima jam. Walaupun dengan isi perut yang berceceran, wajah korban dapat diidentifikasi dengan jelas.

Korban yang berinisial MH adalah seorang mahasiwi semester 4 spesialisasi kebendaharaan negara. Polisi belum mengetahui motif di balik terbunuhnya MH. Namun hingga saat ini, penyebab kematian korban diduga karena melakukan harakiri. Pihak terkait menduga korban melakukan harakiri karena gagal dalam ujian cost accounting. Hal ini turut diamini oleh beberapa saksi mata.

“Tadi setelah ujian dia galau dan nagis guling-guling,” tutur SUS, salah satu teman sekos korban. Teman-teman sekelasnya juga mengatakan hal yang sama, bahwa korban tidak kuat menaggung rasa bersalah akibat tidak bisa mengerjakan soal ujian. Dugaan semakin kuat dengan ditemukannya bukti SMS yang dikirim korban kepada teman-temannya.

*****
Aku mau harakiri.
Selamat tinggal teman-teman.
Aku bahagia pernah mengenal kalian :’)

Sent to many at 11.54.00
07-05-2012

Jumat, 04 Mei 2012

Mengejar Progesteron


“kamu besok nggak pulang juga?” tanya si gadis modis. Ceria seperti biasa.

“Iya,” jawab gadis yang diajaknya. lugas. Kata-katanya sederhana, seperti penampilanya yang juga sederhana.

“Yaudah ikut kita aja,”

“Ngapain?”  

“Les make up dan kecantikan” jawab si gadis modis. Masih sambil tersenyum

“Eegh...,” si gadis sederhana yang berpenampilan cuek itu memanglingkan muka. “Aku nggak mau kalo les kecantikan” jawabnya sembari memasang muka masam yang dibuat-buat.

Si gadis modis menampakkan ekspresi sedih

“Gitu yaa...” gadis lain di samping gadis pertama, yang juga tak kalah modis ikut bereaksi. Memasang wajah masam yang juga dibuat-buat

“Aku maunya mbolang,” tutur si gadis cuek itu pada akhirnya. Penuh semangat, senyum tersugging di bibirnya. Ia tetap memasang wajah ceria berlebih, tanpa sadar bahwa sedari tadi, dosen telah hadir di ruangan. Dan mungkin saja ia mendengar semua percakapan itu.

****

Mungkin kalian akan bertanya siapa si gadis modis, dan siapa pula gadis modis yang satunya. Tapi kalau si gadis cuek yang memilih mbolang daripada beajar kecantikan, seluruh dunia pasti sudah tau. Itu

Kamis, 03 Mei 2012

Perpisahan si Pria-Bocah Tengil


lagi-lagi aku tiba di penghujung sebuah pertemuan, perpisahan.

Dan lagi-lagi aku harus berpisah dengan salah seorang dari keluarga yang amat kusayangi. Entah mengapa harus ia, mengapa harus dari mereka. Satu per satu secara perlahan namun pasti, anggota kami di sini mulai berkurang. Dan lagi-lagi, aku tidak bisa mencegahnya.
Namun setidaknya perpisahan kami kali ini dihiasi dengan senyum. Si pria-bocah tengil itu memutuskan untuk keluar dari tempat ini dengan suka rela. Ia memang ingin pergi, dengan keputusannya sendiri. Bukan karena indek prestasi yang pas-pasan atau melanggar segepok peraturan. Melepas seorang yang kami sayangi, berat memang. Tapi itu jalan yang ia pilih.

Kuakui. Ia pemberani. Ia adalah seorang

Senin, 30 April 2012

Hectic Week Has Been End


Hari ini aku bisa bernafas agak lega.

Aku juga bisa tidur sebelum jam 12 malam, ngerjain tugas dari dosen, masak, ataupun bersantai sejenak di kos. Akhirnya agenda-agenda yang menyita sebagian besar waktuku akhir-akhir ini telah berakhir.
Media Camp, walaupun dengan publikasi yang amat minim dan singkat, terbilang cukup sukses karena mampu menghadirkan perwakilan-perwakilan LPM lain. Ini adalah batu loncatan bagi kami, agar tidak terus berada dalam tempurung. Saatnya bagi kami untuk

Jumat, 20 April 2012

detik terakhir


And here i am. Di penghujung usia belasan ini.

Awalnya aku berharap akan menghabiskan sisa usia belasan tahunku dengan sesuatu yang menyenangkan atau so sweet. Makan, main, dan jalan-jalan bareng temen-temen, atau wisata kuliner sama seseorang. Mbaca komik cantik atau novel roman sambil makan eskrim dan ngemil di kosan. Makan bakso dengan kuah yang mengepul panas di ceger, atau tidur pulas dan mimpi indah.  Atau seperti ulang tahun ke 17 ku yang kuhabiskan di Bali dan “diceburkan” rame-rame di Kuta. Tapi tampaknya itu hanya mimpi di siang bolong.

Detik-setik akhir masa belasan ini malah diisi dengan kegalauan dan tekanan. Sayangnya bukan galau karena cinta,

Sabtu, 07 April 2012

Setengah-Setengah

"nanti habis pulang sekolah main yuk kemana gitu..!" tanya seorang gadis manis teman sebangkuku.
"nggak bisa, aku mau pembinaan olimpiade"
"kalau besok?" tanya temanku yang lain.
"nggak bisa juga ada rapat MPK"
"oh..."
semua terdiam,
"kalian main aja, nggak usah sama aku nggak papa" kataku akhirnya.

Itulah yang selalu terjadi dalah hidupku. Aku merasa selalu setengah-setengah. Aku bahkan ragu jalan mana yang seharusnya kugeluti, jalan mana yang seharusnya kudalami. Aku suka semua hal: akademis, organisasi, olahraga, bermain, alam, menulis, fotografi, seni. Semuanya, walaupun aku tidak ahli dalam beberapa hal, aku tetap suka melakukannya. Atau memang inilah aku, tidak suka memilih?

Minggu, 04 Desember 2011

Sayap Bidadari


Pernahkan kau bicara, tapi tak didengar

Tak dianggap sama sekali

Pernahkan kau tak salah, tapi disalahkan
Tak diberi kesempatan


pernahkah kalian merasa tidak dianggap oleh seseorang yang kalian sayangi? (mantan) teman dekat, (mantan) sahabat, orang tua, saudara, pacar, atau mungkin suami?

Jika misalnya yang seperti itu terjadi padaku, aku mungkin nggak akan setegar agnes monica. Dia masih sempat nyanyi-nyanyi padahal dianggap tidak ada oleh pasangannya. *semoga aku bisa setegar agnes monica*

Dianggap tidak ada itu... rasanya bagaikan antara hidup dan mati. 

Kepastian?


I know, if it be with wou, it will be nice. But with them it so much fun. But I think, if it be with you, it will be very very so much fun

Jika saat itu ku lalaui bersamamu, ku rasa itu akan menjadi kenangan yang sangat manis. Tapi ternyata bersama mereka pun tawa keceriaan menerpaku. Tapi aku yakin, jika itu bersamamu, akan ada lebih banyak tawa dan keceriaan.

Tidakkah kau akan mengakhiri masa lajangmu, masa terikatmu dan mulai menggantungkan diripada orang lain?

Minggu, 20 November 2011

Dunia Paralel


Bagaimana rasanya jika kau mendapati sesuatu yang seharusnya menjadi satu kesatuan terbelah dua?

Apa yang akan kau lakukan jika ternyata kesatuan yangberusaha kau ciptakan telah dilanggar oleh sekelompok orang?

Apa yang akan kau lakukan jika ternyata kelompok tersebut melahirkan kelompok-kelompok baru yang lain?

Senin, 10 Oktober 2011

My New Home


Saat berjalan melewati persimpangan di dekat lapangan itu, aku masih saja sering salah melangkah. Kakiku salah menuntun ku berbelok ke arah barat, sepertinya ada sesuatu dalam kepalaku yang mengendalikan kakiku untuk berbelok ke sana, ke arah kosku yang lama. Namun dalam sekejap instingku menyadarinya, aku melangkah ke arah yang salah. Dan segera kubelokkan langkah kakiku dengan gontai.


Aku masih menyayangi rumahku yang lama.

Senin, 01 Agustus 2011

Sajadah dan Kolak: Ramadhan di Perantauan



Hidup tidak selalunya indah,
Langit tak selalu cerah,
Suram malam tak berbintang,
itulah lukisan alam,
Begitu aturan Tuhan..

(Hijaz, lukisan alam)

Bulan Ramadhan adalah bulan terindah, dimana Allah menebarkan rahmatnya ke seluruh penjuru dunia. Hal yang mubah menjadi sunnah, dan pahala bertebaran. Ribuan manusia mencapai fase alfa dalam sujud dan kesukuran. Ribuan manusia mencapai ketenangan batin, tidak ada lagi jati yang undah gulana karena urusan duniawi yang menyiksa, tidak ada lagi keputusasaan karena kegagalan fana, dan tidak ada lagi tawa maya yang menipu. Semuanya, semua orang, ada dalam fase peningkatan diri. (post tentang ramadhan )

Bagi ku, Ramadhan adalah bulan yang penuh kenangan. Dimana setiap pagi Ibu akan membangunkan untuk sahur
“Tiya, Hikma.. Bangun, sahur..”

Kamis, 14 April 2011

Guru Les

Sejak pertengahan semester satu, sudah banyak tawaran mengajar yang datang.
“mau nggak jadi guru privat di daerah xxxx?”
“tentangga kos kita minta anaknya diprivat Fisika, kamu mau?”
“eh, ini ada tawaran ngajar lumayan lho...”

Dan saat itu aku selalu menolak tawaran-tawaran itu.. Seperti kata ibuku, “kamu jangan jadi guru privat. Iya sih, enak, dapat uang. Tapi banyak juga yang keasyikan sampai kuliahnya keteteran..”. Dan aku hanya bisa meng-iya-kan. “Kalau mau jadi guru privat besok semester dua saja. Liat Ipmu semester satu..”

Dan sekarang, di semester dua ini, yawaran mengajar kembali datang...

“mau ngajar Matematika? Anak kelas 3 SMP kok, Cuma dua minggu, tempatnya nggak terlali jauh...,”
“biarkan aku berpikir,” jawabku. Dan sehari kemudian, aku kembali dikejar-kejar..

“Gimana? Ibunya udah nanyain,”. Dan ketika aku menyarankan nama temanku, dia menjawab ,”si xxxxx merekomendasikan kamu”. Wah, jadi tersanjung, padahal kalau dilihat-lihat aku belum berpengalaman..

Dan sekarang aku tidak bisa memakai nasehat ibuku sebagai alasan. Kalau dulu aku akan berkata, “ibuku belum meperbolehkanku untuk jadi tentor,”.

Tapi sekarang...

Jumat, 08 April 2011

Me, and this world

Terkadang aku merasa kurang cocok dengan dunia dimana aku sekarang berada. Aku merasa materi-materi di sini adalah materi-materi asing, yang dulunya nggak pernah terjamah sama sekali di benak ini. Aku nggak pernah tertarik akan hal itu. Aku suka sains, aku suka teknologi, dan aku suka Fisika.

Dulu, aku ingin sekali masuk fakultas teknik. Aku bisa mempelajari dan bermain-main dengan teknologi. Dan suatu saat nanti, aku akan bisa menemukan sebuah inovasi teknologi, tentunya yang murah dan mudah digunakan. (teringat kembali pada alat pemanen padi otomatis, lampu ion negatif, sikat gigi fungsi ganda, dan kompor serbaguna.)

Tapi kenyataannya, disinilah aku sekarang. Dan berarti itulah duniaku. Nggak ada gunanya kalau aku terus menerus membayangkan atau mengimpikan dunia impianku yang "itu". Takdir nggak akan berubah, waktu nggak akan kembali, dan ia terus berjalan. So, yang bisa kulakukan hanya berusaha sekuat tenaga, dan menyakinkan diriku sendiri, "This is my real world". Dan perjuangan ini nggak hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk mereka yang ada disana:)