Tampilkan postingan dengan label mabeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mabeng. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Berlalu Begitu Saja

Karena ketika ia memutuskan untuk pergi,
maka tak ada kekuatan apapun yang mampu menahannya.

Ketika ia memutuskan untuk berlalu,
tidak ada satupun keindahan yang mampu menariknya kembali.

Ketika ia memutuskan untuk melebur,
tidak ada satupun struktur baja yang mampu memperlambat sublimasinya.

Ketika ia telah menghilang,
tidak ada satupun sihir yang sanggup memunculkannya kembali dari ketiadaan.

Waktu.


Entah mengapa akhir-akhir ini ujian itu terasa lebih sukar untuk dilalui. Seolah jalanan yang tadinya tampak lurus, mulus, dan lapang, tiba-tiba saja menjadi terjal dan penuh liku. Ada saja kealpaan yang tanpa sengaja kulakukan, kesalahan remeh namun akibatnya naas: suatu indikator keberhasilan yang jatuh bebas.

Minggu, 17 Juni 2012

Mungkin


by lp dragonfly on deviant art
Partikel debu mengudara dengan riang. Menari dan siap memasuki rongga hidungmu, berbenturan satu sama lain, dan berebutan siapa yang terlebih dahulu mencapai ujung diafraghma. Namun kau, seperti juga aku, tidak akan membiarkan mereka masuk begitu saja. Segera antibodimu merespon dengan bersin sekeras kakek-kakek. Sedang aku, entah karena responku terlalu bagus atau terlalu jelek, tidak bersin-bersin, tidak juga muntah-muntah. Cuma seketika menahan nafas.

“Kau tahu, waktu di ruangan ini seolah membeku,” katamu.

 “Lihat jam itu. Tetap berderak walaupun tak lagi berdetak. Jam empat, mungkin ruangan ini dikutuk oleh pemiliknya tepat pada pukul empat, ketika ia akan pergi meninggalkalkan rungan ini. Mungkin, antara rela dan tak rela. Ia telah menghuni dan menjaga rumah kecil ini selama ia di sini. Setiap kita memasuki ruangan ini, kita selalu kembali ke pukul empat masa itu. Ketika ia meninggalkan tempat ini. Lihatlah keluar, melalui jendela di ujung sana”

“mendung?” kataku terheran-heran.

“Kau lihat sendiri kan, langit luar yang mendung? Padahal sebelum kita masuk, udara sangat panas bak berada di panggangan. Langit pun tak sedang dalam kondisi berduka. Ia  biru, bersih, dan terang.

“Ia mengabadikan momen ini. Dimana kepedihan,

Senin, 04 Juni 2012

Wahai yang terpilih

Tak tahu kemana jalan ini akan berujung,
Bahkan unjung yang kita tuju pun,
masih terasa samar berkabut
namun,
kami memilihmu wahai engkau yang terpilih
Yang kan bersama menguak kabut di penghujung asa ini
Hanya doa yang terkirim dari angan
Semoga Engkau yang terpilih hari ini
dapat menjadi perekat, peneduh, dan lentera

2 dan 3 Juni 2012
Gedung D301,  Rapat Akbar Media Center STAN 2012

Senin, 28 Mei 2012

X Adventure dan Banana Ranger


X Adventure.
Di dunia in ibanyak hal yang bertentangan.
Antara hitam dan putih, antara opini dan fakta.
Demi kebenaran dan  verifiksasi,
Demi editor dan redpel,
Ranger kuning, ranger puith, ranger biru BERSATU!

Awalnya ragu, juga kesal saat menerima pesan-pesan tentang x-adventure. Bukan hanya waktunya yang tabrakan dengan salah satu puncak kegiatan dari kepanitiaan yang kuiikuti, tapi sms-sms itu tiba-tiba saja mencemari momen-momen santaiku saat sedang makrab kelas. Belum lagi ternyata di hari sabtu ada kuliah pengganti.

Tapi insting akan petualangan dan tantangan mengalahkan segalanya. Aku memilih x adventure, resign dari kepanitiaan, dan membolos kuliah. Pilih kuliah? Itu...