Siapakah gerangan dirimu? Wahai Pujangga yang mampu membuat
gadis itu tersenyum lebar, menepis segala kerinduannya selama ini. Walau hanya
dengan perantara monitor dan keyboard yang akan mati tanpa elemen bernama
listrik. Siapakah dirimu, yang mampu menghapuskan tangis syahdunya di
malam-malam itu. Walau hanya dengan untaian kata yang tak kuasa kau ucapkan
langsung padanya. Aku tahu jika kau rela menukarkan segalanya agar mampu
bersua, bercakap-cakap langsung dengannya. Kau pasti rindu akan senyumnya yang
manis bukan? Juga rindu akan sorot matanya yang laksana hijau di belantara
Arizona. Meneduhkan.
Siapakah gerangan dirimu? Wahai yang mengaguminya tulus dari
lubuk sanubari. Ku rasa aku mengerti benih yang melahirkan kekagumanmu padanya.
Aku pun menyanjungnya layaknya engkau. Dalam artian dan cara yang berbeda,
mungkin.
Caranya memandang dunia, membuat aku





