Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Tetesan Bintang : Sebuah Salam


Selamat malam bintang.

Apa kabar? Tampaknya kau semakin bersinar terang, bergumul bersama bintang lain, membentuk gugusan indah di samping Andromeda. Lama tak bersua, pun aku bercerita padamu.

Malam ini aku hanya menyampaikan sebuah salam, dari kekasihmu, Tetes.

Bintang, kau tahu? Tampaknya kekasih lamamu telah berada pada fase dimana ia perlahan-lahan dapat melepas ketiadaanmu di sisinya. Kini ia sedang mengudara, tinggi, hingga ke angkasa sana, mencapai awan. Di sana ia bersemayam dan bersiap dalam ritual pengorbanan dirinya untuk kehijauan planetnya.

Iya, melayang, seperti yang selalu diimpikannya selama ini. Namun setinggi apapun ia melayang, tak akan sanggup melampaui ataupun menggapai dirimu, Bintang. Sekuat apapun ia mentransformasikan partikel dirinya menjadi gumpalan H2O, tubuhnya tidak akan sanggup menerpa panas atmosfer ketiadaan yang menjadi pembatas kalian.

Ia mulai mengikhlaskanmu, Bintang. Seperti

Kamis, 31 Mei 2012

Kisah yang lain: Cinta Kuantum


Ini kisah cinta yang lain, yang tak sengaja tertabrak ketika aku berlari tergesa-gesa, mengejar serpihan-serpihan mimpi. Ia terlihat lemah, koyak, dan hampir patah. Dari sisa nafasnya ia bercerita, dari sorot matanya ia menyenandungkan kisahnya.

Sang Pencinta yang kutemui ini adalah salah satu korban. Korban candu cinta, yang manis di awal, dan sepah di akhir.

Di awal kisah,

Menangkap Cinta, Menangkap Inspirasi


Banyak kisah cinta. Betebaran bersama molekul-molekul udara, berloncatan dengan bebas. Menunggu tak sengaja tertabrak pasangan muda yang sedang bergandengan tangan. Menunggu tak sengaja terbawa kakek nenek yang sedang berjalan sambil tertawa. Menunggu tak sengaja dipungut oleh ayah dan ibu yang sedang mendorong kereta bayinya.

Kisah cintanya selalu membuatku kagum. Mereka yang mencinta dengan dewasa. Cinta yang tak posesif, cinta yang tak harus bertemu. Cinta yang saling memiliki tanpa harus menguasai. Cinta yang tak harus bersua, bertatap, dan bercakap untuk mengetahui.

Aku mencinta.
Aku merasakannya memanggil di seruluh getaran nadiku.
Aku mencinta.
Aku merasakannya berderak di setiap degub jantungku.
Aku mencinta.
Aku merasakannya pada semu merah di pipiku
Aku mencinta,
Aku  melihat pancarannya dari bulan di malam sendu
Aku mencinta.
Aku tahu.
Tapi tak tahu pada siapa.

PS: akhir-akhir ini posting-posting di blog ini selalu bertemakan cinta, dan entah mengapa berbau galau. Aku sendiri tidak tahu, tapi sepertinya udara di sekitarku diselimuti aroma cinta. Cinta yang berwarna pink, biru, dan merah membara. Dan entah mengapa syaraf penangkap inspirasiku sedikit lebih peka pada cinta yang sedikit melankolis.