Selamat malam bintang.
Apa kabar? Tampaknya kau semakin bersinar terang, bergumul
bersama bintang lain, membentuk gugusan indah di samping Andromeda. Lama tak
bersua, pun aku bercerita padamu.
Malam ini aku hanya menyampaikan sebuah salam, dari kekasihmu,
Tetes.
Bintang, kau tahu? Tampaknya kekasih lamamu telah berada
pada fase dimana ia perlahan-lahan dapat melepas ketiadaanmu di sisinya. Kini
ia sedang mengudara, tinggi, hingga ke angkasa sana, mencapai awan. Di sana ia
bersemayam dan bersiap dalam ritual pengorbanan dirinya untuk kehijauan
planetnya.
Iya, melayang, seperti yang selalu diimpikannya selama ini.
Namun setinggi apapun ia melayang, tak akan sanggup melampaui ataupun menggapai
dirimu, Bintang. Sekuat apapun ia mentransformasikan partikel dirinya menjadi
gumpalan H2O, tubuhnya tidak akan sanggup menerpa panas atmosfer ketiadaan yang
menjadi pembatas kalian.
Ia mulai mengikhlaskanmu, Bintang. Seperti





