Selasa, 09 April 2013

Berubah

"Segala yang tumbuh, perlu menyesuaikan keadaan. Keadaanlah yang akan mendewasakan segala yang bertumbuh"
 -Jejak Langkah, dengan penggubahan"

Perubahan merupakan suatu keniscayaan. Semua elemen, molekul raksasa hingga atom setara dzarrah pun, ditakdirkan untuk berubah. Bahkan, kecepatan cahaya, sebuah besaran yang mutlak pun akan mengalami perubahan ketika melalui medium dengan kerapatan berbeda.

Mungkin, hanya es, satu-satunya bagian dunia yang sanggup mengingkari keniscayaan waktu sebagaimana  tertulis dalam lauful mahfudz. Ia secara ajaib, memperlambat pergerakan mikroba pengubah wujud dan masa. Ia, secara ajaib, juga satu-satunya yang dapat menyimpan kelembaman serta kelajuan mutlak. Tapi terjebak dalam es untuk menyentuh keabadian, siapa bersedia?

Kamis, 28 Maret 2013

Pertanda

Tahukah, Tuhan selalu memberi pertanda kepada hamba-Nya? Sesamar apapun, sekecil apapun. Selalu. Masalahnya, ada pada diri kita. Apakah memekakan ataukah menulikan hati?

Selasa, 26 Maret 2013

Pertanyaan Terakhir

Ujian KSPK. Take home exam. Ujian pertama dalam hidupku yang bentuknya begini unik.

Ketika berandai-andai tentang masa depan, mungkin ada begitu banyak mimpi yang ingin diraih. Ada berjuta-juta gambaran indah masa depan yang kelak kan dijalani. Bayangan itu, lentur dan elegan, menarikan suka tepat dipelupuk retina. Sungguh. Tiada paksaan apapun yangharus kubebankan pada pikiranku agar dapat menghasilkan imaji liar masa depan.

Pak tua memang benar. Ada hal yang lebih penting dari pengetahuan, yakni imajinasi.

Sabtu, 16 Maret 2013

Takut

Ah, sesungguhnya aku terlalu takur untuk mengalaminya lagi.

Takut dan kalut.

Ia memang datang perlahan, tumbuh perlahan seiring waktu, bersemi, dan mekar secara perlahan-lahan. Tak ada yang dipaksakan, semua mengalir seiring aliran waktu. Sama sekali tak ada kesumiran karena semua proses berserah kepada alunan tangan Tuhan. Tuhan membuat cerita ini mengalir secara perlahan tanpa ada ketergesaan dalam setiap goresan.

 Tapi aku takut.

 Bukankah

Selasa, 12 Februari 2013

The Moment

I love that moment.

Ketika kita dapat bercengkrama dan menertawakan segala hal. Ketika kita sama-sama merasa diterbangkan dan, kadang, teraduk oleh keadaan.

Aku merindukan momen-momen itu. Ketika seolah hanya ada kita bersama kesunyian. Hanya ada kita dan cerita. Hanya ada kita dan tawa. Hanya ada kita dan kejahilan yang perlahan menyengat.

Jumat, 08 Februari 2013

What I've Done

what i've done this far..
apa yang bisa kuberikan untuk orang lain?

Jika mendengar cerita tentang dirinya yang mandiri dan bahkan membiayai orang tuanya, diri ini jadi merasa kecil. Ah, mungkin itu semua mengapa karakternya menjadi seperti itu: tidak pernah meminta.
Ada rasa haru ketika Ayahnya menceritakan betapa mandirinya ia. Ada rasa iri ketika ibunya dengan bangga mengisahkan tekad kuatnya sejak kecil: menggambar sampai pagi sejak usia dini, tidak pernah meminta uang saku, tidak pernah meminta.

Jika mendengar tentang seorang kawan yang tidak pernah meminta biaya sepeser pun untuk kuliah, bahkan berkeinginan meberikan sebuah kendaraan untuk kedua orang tuanya di hari kelulusan. Begitu kuanya keinginannya untuk mengakhiri masa kuliah secepatnya agar dapat bekerja dan menghasilkan sesuatu. Betapa galaunya ia ketika kawan-kawan dan bahkan dosennya meragukan keinginannya untuk mengambil tugas akhir secepat mungkin. Betapa mereka tidak mengerti perjuangan yang ia lakukan.
Sedang aku?

Rabu, 06 Februari 2013

The Past

We used to love each other. But now, that incredible feeling has gone. Maybe just a while, or maybe forever.
Its funny to see the former us. You walk beside me and my hand on yours. Talking and laughing each other
Its funny to see