Minggu, 30 Maret 2014

Pemilu: Di Balik Tradisi Konvoi Kampanye

(Foto: Solo Blitz)(Bukan berarti saya ada apa-apa dengan partai merah ini lho ya) Mendekati pemilihan umum alias pemilu, konvoi motor alias kampanya menjadi hal yang tidak jarang ditemui kala bepergian. Beramai-ramai mereka mengendarai motor, mengenakan atribut mencolok ala partai masing-masing, dan tak jarang, memainkan mesin motor (diblong) hingga mengeluarkan suara keras nan mengganggu. Istilah jawanya 'mblayer' Sungguh mengganggu perjalanan,...

Mengagumi-Dikagumi

Sebut saja namanya Mona. Ia adalah salah seorang kawan semasa olimpiade dulu, kawan seperjuangan dan kawan berbagi ruang di Puri Artha dulu. Meski lebih muda, kawan yang satu ini amat sangat berprestasi. Entah berapa piala dan medali yang telah ia gondol, entah berapa kejuaraan yang ia menangkan. Ia langganan mengikuti olimpiade sains tingkat nasional, bukan hanya sekadar ikut meramaikan seperti saya, ia langganan menyabet medali. Ia juga pernah mendapat hadiah sebuah perjalanan ke negara tetangga sana karena memenangkan kompetisi karya tulis...

Kamis, 27 Maret 2014

Tamu Tak Diundang

"Harga motor cowok berapaan ya?" tanyaku pada penghuni kamar kost malam tadi. "Kayaknya sih belasan juta, iya bukan?" "Eh, tapi ada juga yang empat puluh sembilan juta," jawab oknum W. Seketika hati ini runtuh menjadi serpihan. Duh, mana mungkin saya punya uang sebanyak itu. Apakah harus jual motor, laptop? Saya baru ingat, itu bukan milik saya sepenuhnya. Apakah saya harus menjual semua perhiasan yang saya punya? Hanya itu harta yang saya...

Selasa, 25 Maret 2014

Pura-Pura Melarat

"Iya, ke kantor naik motor aja. Kan bensin yg dikeluarin juga nggak seberapa, cuma sedikit," ujar mbak kost pagi tadi, menanggapi ucapanku sebelumnya. "Aku ke kantor naik sepeda bukan karena biar irit bensin mbak, tapi biar sekalian olahraga," "oh iya. Benar juga ya," jawabnya lagi. Saya akui, saya memang terkadang bertingkah seperti orang melarat. Setiap Senin dan Kamis, saya sering puasa. Lalu hari Selasa, Rabu, dan Jumat saya biasa mengendarai...

Senin, 24 Maret 2014

Mengapa Saya?

Membuka percakapan di layar kaca, entah via Facebook, Whats App, atau pesan singkat, terkadang tiba-tiba hati saya melengos. "Kamu tolong ini ya...." "Oh iya, ini juga belum. Kamu bisa kan?" "Si ini nggak bisa soalnya lagi gitu..." Saya terbiasa mengabdi sepenuh hati. Memberikan segala yang saya punya pada sesuatu yang kepadanya, saya tambatkan kepercayaan dan hati saya. Saya rela melakukan ini dan itu, segalanya. Sayangnya, tak semua orang...

Selasa, 18 Maret 2014

Trade Off

Kemarin pagi, saya berbincang-bincang dengan Bapak. Seputar kolam ikan yang sedang dibuat, tentang masa kerja kelak, dan tentang masa magang ini. Di saat anak-anak lain memilih untuk magang di KAP (Kantor Akuntan Publik), KKP (Kantor Konsultan Pajak), dan berbagai perusahaan keuangan lain, saya justru memilih untuk megang di salah satu media online. Alasannya simple, mengejar passion sebelum besok harus benar-benar bekerja sebagai PNS di bidang...

Selasa, 11 Maret 2014

Mendua

"Heran deh, kok bisa orang itu mengkhianati istrinya? Padahal mereka sudah hidup bersama selama bertahun-tahun. Membangun rumah tangga dari nol." "Kok ada ya, orang setega itu?" Begitulah komentar-komentar yang kerap diutarakan ketika menemui kasus perselingkuhan. Si terdakwa alias pelaku selingkuh dianggap jahat, tidah tahu diri, tidak berperikemanusiaan, pokoknya setara penghuni hotel prodeo. Cacian, makian, dan serapah pun dikeluarkan, berharap...