Minggu, 05 Mei 2013

Me-nga-pa?

Lagi.
Beribu tanda tanya tiba-tiba berlari
datang menghampiri,
menghantui
hingga ke sudut elegi

Me-nga-pa?
Mengapa tuhan memilih lembaran ini?
Mengapa harus aku
Yang menemukan titik hitam biru
diantara sejuta goresan penamu?
Mengapa aku harus tahu?

Me-nga-pa?
Sungguh, aku tidak pernah ingin tahu

Destruktif
Hitam pekat berubah membiru
Pahit kopi berubah semanis susu
Dan kasur menjadi tandu
Hanya candu
Yang terus melesat secepat peluru

Bukankah aku tuhan dalam cerita ini
Ini kisahku
Akulah  Adam
Aku jugalah Dajjal

Oh ya, mengapa?
Sunguh 
aku tidak ingin tahu. 
Sekalipun kau 
bersujud untuk memberitahukannya padaku.

Aku tak peduli. 
Karena aku tahu, 
sejak dulu,
pertanda selalu berkawan baik denganku.

Dan mungkin pertanyaan kali ini adalah jawaban atas beribu pertanyaan yang lalu. Pertanyaan yang dulu selalu datang berkunjung, dan berteriak-teriak di depan pintu, lantas enggan pergi hingga aku balas berteriak dan mengusirnya.

Mungkin juga, ini adalah pertanyaan terakhir yang akan menjawab segala tanya yang dulu tak mungkin terjawab. Mungkin ini adalah pertanyan sebagai pemungkas dongeng ini. Cukupah tuhan yang tahu jawabannya. 

Minggu, 14 April 2013

List

Kemarin pergi ke pasar senin dan gramed matraman. Sama Bayu dan Pandu. Entah kenapa, mereka berdua kayak pasangan suami istri dan aku malah kayak pembantu.

Belanjaan si Bayu

Siti Nurbaya
Gadis Pantai
Catatan seorang demonstran
Tetralogi Pulau Buru

Semoga cepet kelar... Entah kenapa butuh usaha ekstra biar bisa nyelesaiin bukunya mbah Pram yang pengantar tidur itu, padahal kalau mbaca Negeri Para Bedebah atau Negeri di Ujung Tanduk, beberapa jam aja udah kelar..

Dan iseng-iseng kita bertiga mampir di gramed matraman. Trus nemu novel yang judulnya Tiya. Persis sama nama panggilan sejak kecil, Tiya pake 'y'

.
ah.. Hedon buku telah usai. Semoga bisa jadi aset buat rumah baca di masa depan :')


Jumat, 12 April 2013

Pelajaran

Entah kenapa, ujug-ujug saya disuruh ikut, dikorbankan, dan dieksploitasi kelas untuk ikut TBC. Padahal yah, saya nggak bisa apa-apa. Yang serve nanggung, maunya pukulan menyilang tapi keblabasan, mau bikin bola menukik tapi sikut refleks nekuk dan jadinya datar-datar aja (atau malah nyangkut di net karena terlalu menukik). Yah, dan segala kebodohan lainnya yang lebih parah. Misalnya mau ikut-ikut bikin serve tipuan tapi ternyata nggak nyampe, atau nyangkut.

Biasanya sih saya melakukan hal itu untuk bersenang-senang, untuk refreshing biar bahagia. Kalau kata buku-buku yang saya baca, olah raga bisa meningkatkan kadar hormon endorphin, hormon yang bikin bahagia. Tapi, memang benar sih...Setelah olah raga, saya biasanya lebih rileks dan tenang.

Jadi ini pelajaran-pelajaran yang saya dapat dari guru Sapi dan Gunu Enny

Selasa, 09 April 2013

Berubah

"Segala yang tumbuh, perlu menyesuaikan keadaan. Keadaanlah yang akan mendewasakan segala yang bertumbuh"
 -Jejak Langkah, dengan penggubahan"

Perubahan merupakan suatu keniscayaan. Semua elemen, molekul raksasa hingga atom setara dzarrah pun, ditakdirkan untuk berubah. Bahkan, kecepatan cahaya, sebuah besaran yang mutlak pun akan mengalami perubahan ketika melalui medium dengan kerapatan berbeda.

Mungkin, hanya es, satu-satunya bagian dunia yang sanggup mengingkari keniscayaan waktu sebagaimana  tertulis dalam lauful mahfudz. Ia secara ajaib, memperlambat pergerakan mikroba pengubah wujud dan masa. Ia, secara ajaib, juga satu-satunya yang dapat menyimpan kelembaman serta kelajuan mutlak. Tapi terjebak dalam es untuk menyentuh keabadian, siapa bersedia?

Kamis, 28 Maret 2013

Pertanda

Tahukah, Tuhan selalu memberi pertanda kepada hamba-Nya? Sesamar apapun, sekecil apapun. Selalu. Masalahnya, ada pada diri kita. Apakah memekakan ataukah menulikan hati?

Selasa, 26 Maret 2013

Pertanyaan Terakhir

Ujian KSPK. Take home exam. Ujian pertama dalam hidupku yang bentuknya begini unik.

Ketika berandai-andai tentang masa depan, mungkin ada begitu banyak mimpi yang ingin diraih. Ada berjuta-juta gambaran indah masa depan yang kelak kan dijalani. Bayangan itu, lentur dan elegan, menarikan suka tepat dipelupuk retina. Sungguh. Tiada paksaan apapun yangharus kubebankan pada pikiranku agar dapat menghasilkan imaji liar masa depan.

Pak tua memang benar. Ada hal yang lebih penting dari pengetahuan, yakni imajinasi.

Sabtu, 16 Maret 2013

Takut

Ah, sesungguhnya aku terlalu takur untuk mengalaminya lagi.

Takut dan kalut.

Ia memang datang perlahan, tumbuh perlahan seiring waktu, bersemi, dan mekar secara perlahan-lahan. Tak ada yang dipaksakan, semua mengalir seiring aliran waktu. Sama sekali tak ada kesumiran karena semua proses berserah kepada alunan tangan Tuhan. Tuhan membuat cerita ini mengalir secara perlahan tanpa ada ketergesaan dalam setiap goresan.

 Tapi aku takut.

 Bukankah