Minggu, 20 November 2011

Dunia Paralel


Bagaimana rasanya jika kau mendapati sesuatu yang seharusnya menjadi satu kesatuan terbelah dua?

Apa yang akan kau lakukan jika ternyata kesatuan yangberusaha kau ciptakan telah dilanggar oleh sekelompok orang?

Apa yang akan kau lakukan jika ternyata kelompok tersebut melahirkan kelompok-kelompok baru yang lain?

Kamis, 20 Oktober 2011

Aina


Aina

Tiba-tiba namamu muncul lagi dalam ingatanku.. Sebuah kenangan akan masa kecilku yang diselimuti kabut kelabu. Kenangan ketika tiba-tiba saja kau datang dan menorehkan warna dalam hidupku.

Kau adalah orang pertama yang selalu kuinginkan ada di dekatku. Aku tidak ingin kau pergi dari tempat itu. Aku berharap kau ada, walaupun kau harus merebut posisiku, aku rela. Aku rela berbagi, kau cemerlang. Aku tahu itu. Kau Spesial.

Jumat, 14 Oktober 2011

Seribu Warnanya


Dia..

dia berbeda dari yang lain.

Terkadang ia tampak begitu manis. Duduk terdiam dengan posenya yang paling aggun. Melihat dan mengamati keadaan sekitar dengan matanya yang besar: bulat bening bak mutiara.

Senin, 10 Oktober 2011

My New Home


Saat berjalan melewati persimpangan di dekat lapangan itu, aku masih saja sering salah melangkah. Kakiku salah menuntun ku berbelok ke arah barat, sepertinya ada sesuatu dalam kepalaku yang mengendalikan kakiku untuk berbelok ke sana, ke arah kosku yang lama. Namun dalam sekejap instingku menyadarinya, aku melangkah ke arah yang salah. Dan segera kubelokkan langkah kakiku dengan gontai.


Aku masih menyayangi rumahku yang lama.

Minggu, 02 Oktober 2011

Tanda Tanya


Terkadang aku bertanya-tanya, kenapa dulu dia melakukan itu? Apakah karena dia menyukaimu lalu dia melakukan itu dan mengira ia akan marah? Mengapa dia mengunggah hal yang tidak sepantasnya diunggah, bahkan tidak sepantasnya dibuat? Mengapa dia membajak akunmu dan menyebarkan pada ia bahwa kau adalah orang yang seperti itu? 

Konyol.

Terkadang aku bertanya-tanya, jika dia tidak menemukan dia, akankah dia menyerah begitu saja dan melepasmu? Jika dia bukanlah orang yang mau bersama dia, akankah dia berhenti membuat kekacauan itu?

Rabu, 28 September 2011

Menyesal VS kesenangan


Menyesal adalah ketika kamu tahu sesuatu yang buruk akan terjadi dan kamu tidak bisa melakukan papaun untuk menghentikanya.

Well, aku tidak pernah mengharapkan ini terjadi.Aku juga tidak pernah memimpikan hal ini, bahkan dalam mimpi terburukku sekalipun. Aturan-aturan ini telah menggerogoti kebahagiaanku sedikit demi sedikit, dan kini keputusan final itu benar-benar memakan habis sisa-sisa kebahagiaan.

Sebelumnya aku tidak peduli pada hal itu. That’s easy, kita semua akan selamat. Itu tidak akan menimpa teman-temanku. Dan aku tentunya. Itu memang mimpi buruk, mimpi terburuk yang pernah ada. Aku bahkan tidak tahu siapa yang menciptakan sistem itu dan mengapa ia membuatnya.

Silence


Kakakku itu sangat pendiam. Aku lupa sejak kapan ia menjadi sependiam itu, aku tidak ingat. Dari semua teman-temanku, aku paling tidak bisa menebak apa yang ada di pikirannya.

***********

Hari itu hari kepulanganku dari ranah rantauku. Sepeti biasa aku lebih memilih naik kereta ekonomi bersama teman-teman se SMA ku dulu. Selain lebih murah, suasana kebersamaan yang kami dapat lebih kental dibanding menaiki angkutan umum yang lain. Selama 10 jam di dalam kereta kami mencoba memejamkan mata diantara bisingnya suasana kereta ekonomi.

“Pocari... Pocari... Aqua dingin, Aqua dingin, Mijon... Mijon... larutan-larutan...”
“Lontong tahu serebuan... Lontong tahunya, Mas..”
“Pop mie, Pop mie... Kopi panas, susu...”

Baru sejenak aku memejamkan mata, terdengar lagi suara-suara itu. Belum lagi penjual-penjual iseng yang mengatakan bahwa waktu sahur sudah dekat.

“Nasi ramesnya.. Nasi Ramesnya.. Persiapan sahur persiapan sahur!!!”

Padahal